Informasi

AMCF GELAR PELATIHAN PENGEMBAGAN METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BAGI DOSEN AMCF DI 3 KOTA.

5.pngAMCF menyadari bahwa peran dosen yang efektif sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di mahad-mahad binaan. Untuk itulah AMCF senantiasa menggelar Pelatihan Pengembangangan Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Dosen Mahad AMCF secara berkala. Pada tahun 2013 – 2014 ini, AMCF menggelar pelatihan di tiga kota besar di Indonesia yaitu di wilayah Sumatera untuk Mahad Abu Ubaidah bin Al Jarrah Medan, Ma’had Said bin Zaid Batam dan Ma’had Az Zubair bin Al Awwam Padang. Lalu di wilayah Jakarta untuk Ma’had Utsman bin Affan Jakarta, Ma’had Dzin Nuroin Jakarta, Ma’had Saad bin Abi Waqqash Palembang, Ma’had Al Imarat Bandung, Ma’had Ali bin Abi Thalib Yogyakarta, Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Solo, Ma’had Al Khansa Pontianak dan Ma’had Umar bin Al Khattab Surabaya. Dan yang ketiga di wilayah Indonesia Timur untuk Ma’had Hasan bin Ali Samarinda, Ma’had Al Birr Makassar, Ma’had Khalid bin Al Walid Mataram, Ma’had Thalhah bin Ubaidillah Palu, dan  Ma’had Husain bin Ali Gorontalo. Tampil sebagai nara sumber bidang metodologi pembelajaran bahasa Arab yaitu DR. Muhammad Tayyeb (Dosen LIPIA Jakarta), Syeikh El Daw Awad El Karim Ali (Dosen LIPIA Jakarta), DR. Ahmad Milki (Dosen Universitas Al Khortoum Sudan), DR. Budiansyah (Dosen LIPIA Jakarta). Di samping itu, tampil juga nara sumber bidang PAIKEM yaitu DR. Nelly (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), Wakil Rektor I dan IV Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan untuk pengayaan materi pelatihan, hadir juga Adi Gunawan yang menyampaikan materi Melejitkan Daya Ingat dan Ahmad Faisal Siregar menyampaikan materi Public Speaking bagi dosen.

6.pngPelatihan yang digelar selama 3 hari di 3 kota ini berlangsung pada bulan Desember 2013 dan Januari 2014 secara estafet dari kota Padang untuk wilayah Sumatera, kota Jakarta untuk wilayah Jakarta dan Jawa dan kota Makassar untuk wilayah Indonesia Timur. Total seluruh peserta berjumlah 80 orang dari 18 mahad binaan AMCF.

Pelatihan kali ini dikemas secara menyenangkan yaitu perpaduan antara teori, praktik dan entertainment sehingga peserta sangat antusias mengikuti setiap materi pelatihan dari awal hingga akhir. Pada sesi praktik, setiap peserta tampil untuk dinilai oleh tim trainer. Lalu di akhir sesi, diumumkan tiga peserta dengan penampilan terbaik.

“ Saya sudah ikut pelatihan ini sebelumnya, tapi saya akan sangat menyesal bila tidak ikut pelatihan kali ini “ ujar Afdilla Nisa, Lc salah seorang peserta dari Ma’had Az Zubair bin Al Awwam Padang yang mengungkapkan semangatnya saat ditanya tentang kesan pelatihan kali ini.

7.png “Selepas pelatihan ini, kami mengharapkan sistem pembelajaran di ma’had-ma’had binaan AMCF berlangsung secara menyenangkan sehingga mahasiswa dapat menikmati proses pembelajarannya hingga tuntas. Bagaimana proses pembelajaran akan menyenangkan bila dosen pengajarnya tidak menyenangkan,  itulah mengapa pada pelatihan ini kami menekankan pentingnya sistem pembelajaran yang menyenangkan yang diharapkan dapat membuat mahasiswa mau menuntaskan belajar bahasa Arab di ma’had. Kita paham, bahwa belajar bahasa Arab itu tidak populer bagi masyarakat karena dinilai kalah penting dibandingkan belajar bahasa asing lain seperti Inggris atau mandarin. Sehingga perlu dobrakan sistem pembelajaran yang menarik minat belajar masyakarat. Kita ingin menghapus stigma masyarakat yang mengatakan bahwa belajar bahasa Arab itu sulit seperti belajar matematika dimana susunan kalimatnya butuh penguasaan rumus-rumus tertentu.” Ujar Kordinator Pendidikan AMCF Ahmad Faisal Siregar saat pelatihan digelar.

“ Berdasarkan data yang ada, jumlah mahasiswa di tengah semester mengalami tingkat penurunan yang signifikan hingga 25 persen. Dan itu terjadi di setiap semester. Tentu saja kami sangat fokus mempelajari faktor-faktor internal mengapa terjadi drop out yang tinggi ini serta mencari solusi-solusi untuk menekan angka dropout tersebut” tambah Ahmad Faisal Siregar.

Semoga pelatihan ini mendongkrak kreatifitas dan inovasi dosen sehingga tujuan pendirian mahad di seluruh Indonesia untuk menyediakan model lembaga pembelajaran bahasa Arab terbaik di Indonesia dapat terwujud.